Subscribe News Feed Subscribe Comments

5 Nov 2009

Babak Baru Cicak Melawan Buaya

Ini dia ONG YULIANA dan transkrip pembicaraannya yang bikin heboh



Ong: Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok,
ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati,
soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?

Anggodo: Siapa?
Ong: Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?
Anggodo: Iya-iya
Ong: Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia
ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to?
Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos
itu kayak apa itu?
Anggodo: lya…hehe
Ong: Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu
tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh…tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak
Anggodo: Iya
Ong: Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas
Anggodo: Ya..ya

30 Okt 2009

MLM vs Gambling


"Aku maen judi nang Vegas trus enthek klambiku.. Yek opo bisnis jaringanmu?" .. (Aku malah enthek-enthekan sampek mudho..)


Bagi Arek Malang yang mau serius berbisnis MLM atau network marketing atau JARINGAN, mungkin perlu mempertimbangkan hasil penelitian di negara 'MBAH-E' MLM - Amerika. Singkatnya, penelitian ini menghasilkan angka statistik dari anggota / pengikut MLM di sono.

Hasilnya:
99,9%  pengikut MLM adalah RUGI. Bandingkan dengan angka yang lain:
97,1%  pemain judi Roullette di Las Vegas kalah, dan
90,4%  pengikut "No-product pyramid schemes" (ini golongannya arisan berantai tanpa produk atau bisnis perekrutan) yang bangkrut, atau
10%  anggota Direct Selling (penjualan langsung) yang rugi

He-he ternyata masih ada yang lebih merugikan dari judi.
Eh,.. omong-omong kalau togel kemungkinan kalahnya berapa ya?..

Bagi yang masih penasaran silahkan tulis comment.

Ijen dari Ketinggian



Salah satu maskot dari kota Malang adalah kawasan jalan Ijen. Boulevard Ijen ini khas sekali - dengan deretan pohon palem di sepanjang jalan dan taman-taman terbuka serta perumahan dengan halaman yang luas - meyakinkan kita bahwa kota Malang adalah kota yang tertata dengan bagus.
Bagaimana sebenarnya kawasan Ijen ini pada awal perkembangannya? Kami coba tunjukkan satu foto udara kuno dari kawasan ini serta mencoba membandingkan dengan foto satelit (gres dari "Oom Google"). Bagaimana.. bisa membayangkan lokasi-lokasi jalan yang ada pada foto?
Tentunya, foto satelit ini diambil vertikal dari atas pada ketinggian satelit (entah berapa Km ...) Dan setelah diutak atik - dengan elevasi dan sudut yang mirip - hingga menyerupai foto 'kuno' yang sudah ada.
Jika kita lihat, dulu kawasan ini banyak sekali ruang terbukanya, jalan Ijen dengan pohon palemnya tampak baru ditanam, jalan Lawu dengan deretan pohon cemara yang tertata rapi, Sekitar Dempo yang jalan-jalannya belum terbentuk, serta kawasan Oro-Oro Dowo yang masih banyak pepohonan di sekitar sungai Brantas.
Bagaimana sebenarnya perkembangan kawasan ini yang diharapkan pada awal-awal perkembangan kota Malang?.. Bisakah perkembangan kota kedepannya bisa diatur dengan tata ruang kota yang sebenarnya?..

20 Jun 2009

MLM dan AREMA


MLM / Multi Level Marketing
Siapa yang Beruntung, Siapa yang Rugi?

Istilah MLM (Multi Level Marketing) mulai akrab di telinga kita, sejak tahun 80an ketika nama-nama seperti Amway, CNI, masuk ke Indonesia. Cara-cara pemasaran ini dibawa dari luar negeri, seolah produk pemasaran modern yang sudah saatnya masuk dan ikut berkembang memajukan dunia pemasaran di Indonesia.

Perusahaan-perusahaan ini menjanjikan “peluang” bisnis yang menguntungkan, dengan cara-cara pemasaran yang “baru”, kreatif, inovatif, dengan produk-produk “spesial”. Jajaran anggotanya dilabeli dengan medali diamond, permata, bintang serta iming-iming kemewahan, bonus-bonus spesial, liburan ke luar negeri, semua itu lebih dari cukup bahkan terasa berlebihan bagi kebanyakan calon anggotanya. Berlebihan disini karena umumnya kita masih bergelut dengan kebutuhan hidup sehari-hari, tidak bisa membayangkan nikmatnya iming-iming tersebut, merasa cukup jika menjadi anggota MLM dan kebutuhan bulanan bisa dipenuhi.


Sejak awal, kita dijejali dengan peluang meraih keuntungan yang terus berlipat ganda, dengan syarat-syarat memenuhi keanggotaan dalam jaringan, yang seolah tiada batasnya. Kita disuntik “motivasi” dalam pertemuan-pertemuan. Teknik-teknik motivasi, kepribadian modern harus terus kita konsumsi – yang sering harus membayarnya – secara teratur. Hal-hal baru di atas terus menghujani kita, hingga pikiran kritis kita lupakan.


Mungkin inilah proses "informal hypnosis" secara alamiah, ketika “conscious mind “ kita dialihkan perhatiannya dan “pesan-pesan” mulai masuk ke “pusat motivasi” kita. Ini bisa dilihat dari banyaknya waktu yang kita curahkan tiap harinya untuk bisnis MLM ini, yang merenggut kebebasan waktu kita, serta dari antusiasme kita yang kadang terasa ganjil bagi orang lain. Banyak anggota-anggota MLM ini dengan sukarela me”recharge” diri sendiri, ketika merasa semangatnya untuk bekerja menurun. Banyak anggotanya yang secara sukarela menumpuk “stock” produk, atau diam-diam memberi diskon untuk produk maupun harga keanggotaan. Semua ini demi impian untuk segera melihat berkembangnya jaringan yang mereka bangun.

Penulis bukanlah ahli ekonomi atau anggota sukses dari satu MLM, namun pernah coba-coba ikut MLM, dan coba berbagi pengalaman/renungan.
Ditengah-tengah konsumen yang tidak terlindungi dengan baik oleh peraturan-peraturan di negeri ini, haruskah menunggu korban untuk menjadi kritis? Dengan tulisan ini marilah kita buka pikiran kritis kita, ditengah gelombang informasi dari berbagai media yang terus memasuki benak kita, sementara “image-image” itu begitu mudahnya masuk ke otak kita. Marilah kita cari tahu sebenarnya macam apakah pemasaran yang merugikan kita, seperti apa pemasaran berantai, pemasaran skema piramid, pemasaran tanpa produk riil, pemasaran yang mengutamakan jaringan anggota daripada memasarkan produk, pemasaran manakah yang dilarang, dan banyak pertanyaan-pertanyaan tentang pemasaran dengan bentuk yang mirip ini.

Dan termasuk pemasaran jenis apakah MLM yang kita ikuti, adakah yang disembunyikan tentang pemasaran MLM ini?

Terakhir, pernahkah kita tahu angka statistik tentang pemasaran MLM ini, misalnya berapa jumlah anggota yang mendaftar, berapa anggota yang aktif, berapa anggota mencapai penghasilan tertentu, berapa persen jumlah anggota yang mendaftar "berhasil" untuk tidak berhenti, dan seterusnya? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terus mengikutinya. Kenapa, angka-angka ini - yang tentunya menarik - tidak pernah ditunjukkan. Jika pemasaran ini berhasil mengangkat anggotanya, tentunya contoh-contoh angka ini, sangat menarik minat "prospek".

Jika tulisan ini mendapat tanggapan, tentunya akan kita bahas lagi secara mendalam sekitar MLM Ini. Sampai ketemu lagi.

30 Mei 2009

Arek Malang berburu harta karun di NTT

Pulau Timor Eksotis: di lokasi batuan Manganese (Mn)

Sungguh melimpah kekayaan bumi Timor.
Foto di atas saya ambil di satu lokasi sungai yang kering (berair saat musim hujan saja), yang banyak ditemukan batu manganese, agate, marmer, batu api, batu kristal, ... etc. (gak tau namanya, bukan orang Geologi sih). Fosil-fosil aneh juga ada, bahkan EMAS.
Hampir lupa, kekayaan bumi Timor yang lain 'sudah gaharu - cendana pula' kayu cendana, bahkan ada kayu yang warnanya putih seperti pakai bedak (bukan minyak kayu putih).
Yang mau cari barang antik di pedalaman juga banyak, pokoknya seru.

Gadis Cantik dari Alor, NTT

Arek Malang dapat kesempatan singgah ke pulau ALOR di NTT (Nusa Tenggara Timur)
Awal April 2009, kita kedatangan tamu dari ADB (Asian Development Bank) yang mau lihat satu proyek mereka di NTT. Wah kesempatan nih, bisa jalan-jalan. Pas turun di bandara ... (apa sih namanya?), Wow, gadis-gadis cantik menyambut dengan senyum manisnya serta baju adat, serta tarian, diiringi tiupan seruling.

11 Mar 2009

Malang Studies


Situs Pustaka Budaya Malang Raya
demikian keterangan judul dari situs yang merupakan mozaik dari keping2 sejarah kotanya AREMA.
Situs ini muncul di tengah hiruk-pikuknya informasi di dunia maya, mengajak masuk ke sisi lain dari pemahaman kita khususnya Komunitas Singo Edan. Cukup melegakan karena "Nostalagia" itu tidak hilang begitu saja, lapuk, berdebu, dan tersapu - merefresh semangat AremaniA
Kepingan2 ini terutama didapat dari ajang FMK (FESTIVAL MALANG KEMBALI), serta berbagai arsip dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh para Relawan Kera Ngalam. Salut buat para volunteer yang telah bekerja cukup edan. Semoga spirit itu tetap terjaga hingga ke kesebelasan kita AremA.
C U : )
 
AREMA Malang Community | TNB Tested by Blogger Templates